Puasa Ramadan Bermanfaat untuk Pasien Sakit Jantung, Asalkan...

News Flash - Bukan hal asing lagi bahwa menjalankan puasa seperti bulan Ramadan ini memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Dan tahukah kamu, manfaat kesehatan dari berpuasa Ramadan juga ditujukan untuk para pasien penyakit jantung.
Bagaimana puasa dapat bermanfaat untuk pasien penyakit jantung, dan sebenarnya bolehkah pasien penyakit jantung berpuasa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dr. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), menjelaskannya untuk Anda.
"Kalau melihat secara umum, puasa tentunya memiliki manfaat untuk kesehatan. Penyakit jantung sendiri ada beberapa tipe dan penyebabnya; ada yang disebabkan oleh prilaku, salah satunya makanan. Jadi ini memang bisa saling keterkaitan," katanya kepada AkuratHealth, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Puasa bisa menjadi salah satu upaya untuk tidak memperburuk keadaan pasien penyakit jantung. Dengan catatan, pada saat buka puasa tidak berlebihan dalam urusan santap menyantap.
"Kalau asupan berlebihan saat berbuka ataupun sahur, saya sering temukan justru saat habis Lebaran. Pasien saya datang, hasil medical check up-nya berantakan. Karena, buka puasanya minum sirup lah, apapun dimakan," jelasnya.
Itu semua karena asupan berlebihan saat berbuka puasa membuat seseorang menambah konsumsi gula, garam dan sebagainya pada malam hari. Padahal, malam hari tak lagi banyak beraktifitas.
"Kalau terlalu banyak makan kalori dan tidak kita bakar, akhirnya disimpan. Akan menjadi asam lemak, yang pada akhirnya menumpuk dan menjadi penyempitan pembulu darah jantung. Ini salah satu hal yang selalau kita sampaikan: kalau mau puasa, tidak berlebih. Kalau semuanya pas, puasa pasti akan membawa dampak positif," ujarnya.
Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa ada peningkatan kadar kolesterol baik sebesar 30-40 persen pada penderita penyakit jantung. Hal ini dapat membuat kadar lemak total penderita lebih baik dan risiko komplikasi menjadi rendah. Tak hanya itu. Dilaporkan juga, bila status gizi penderita penyakit jantung hampir semua berubah ke arah yang normal.
Dampak baik tersebut terjadi diperkirakan karena selama bulan Ramadan penderita penyakit jantung mengalami perubahan pola makan. Mereka lebih dapat mengendalikan asupan yang masuk ke dalam tubuh, serta mengatur porsi dan jadwal makan setiap harinya. 
"Kalau untuk pasien yang rutin minum obat, gak masalah kalau 3 kali sehari, tinggal rubah jadi sahur, saat berbuka, dan ketika ingin tidur. Yang tidak bisa itu kalau minum obatnya 4 kali sehari. Tapi semua perubahan, pergeseran minum obat ini sebaiknya dikonsultasian dulu sama dokternya. Selebihnya boleh atau tidak pasien penyakit jantung berpuasa adalah bagaimana kondisi pasien itu sendiri, mampu atau tidak," tutupnya.[]

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan Populer