Narkoba Jenis Meth Bernama 'Yaba' Terus Meningkat di Asia-Pasifik
Produksi methamphetamine dan penyelundupannya di Asia sudah mencapai batas ‘diperingatkan’. Catatan penyitaan meth di seluruh Asia tahun ini sudah melampaui rekor di tahun 2017. Para petinggi di 17 negara Asia Pasifik melakukan pertemuan di ibu kota Myanmar, Naypyidaw selama tiga hari mulai Rabu hingga Jumat dalam diskusi untuk bernegosiasi dan mengatasi memburuknya situasi terkait narkoba sintetis tersebut.
“Kami melihat adanya kelebihan suplai meth semenjak organisasi kriminal membanjiri kawasan dengannya, mendorong tingginya suplai dengan tujuan membangun pasar dan permintaan,” ungkap Jeremy Douglas, perwakilan PBB bidang kejahatan dan narkoba untuk kawasan yang berkantor di Bangkok.
Kelebihan suplai ini membuat narkoba jenis itu mudah diperoleh-terutama oleh pemuda- yang sebelumnya tidak mampu membelinya. “Beberapa pemerintah mengatakan pada kami bahwa ini sekarang tersedia di lokasi yang sebelumnya tidak pernah ditemukan dengan harga yang tak pernah diketahui sebelumnya. Ini benar-benar ada di depan orang-orang dengan harga terjangkau. Ini adalah kombinasi (situasi-red) yang sangat bahaya,” Douglas menambahkan.
Konsumen saat ini dapat menemukan yaba-pil yang dibuat dari methamphetamine dan stimulant lain, seharga Rp15.000 hingga Rp75.000. Harga ini turun dari Rp75.000 hingga Rp225.000 di tahun 2014. Menurut Douglas seluruh negara di Kawasan melaporkan adanya kenaikan signifikan laporan terkait meth di 2018. Data yang dikumpulkan PBB ada hampir 70.000 kg meth disita tahun lalu.
Di kala meth menjadi pusat perhatian di Asia, jenis narkotika lain seperti fentanyl juga mengalami kenaikan. Obat jenis opioid tiruan itu telah menyebabkan ribuan kematian di Amerika Serikat (AS), Kanada dan Australia.
“Beberapa negara (di Asia) adalah sumbernya beberapa adalah lokasi transit. Fentanyl adalah obat medis legal tapi memasuki pasar heroind dan candu di negara-negara tertentu. Namun produk farmasi ini juga dapat dibuat di lab narkotika,” pungkas Douglas. []
Sumber : Akurat.co
Editor : Rafly Puhi

Komentar
Posting Komentar