Heboh sebuah Penculikan Massal di Kamerun, 80 Anak Jadi Korban
Puluhan orang, yang sebagian besar terdiri dari pelajar menjadi korban penculikan massal di kota Bamenda, bagian barat laut Kamerun. Para siswa termasuk kepala sekolah diculik dari sekolah mereka pada Senin pagi.
Adolphe Lele selaku gubernur setempat menyebut pelaku penculikan merupakan kelompok separatis. Wilayah barat laut dan barat daya Kamerun diketahui dalam keadaan bergejolak selama beberapa tahun terakhir akibat pergerakan kelompok pemberontak.
Kelompok yang menamakan diri mereka Militias telah meminta pemisahan diri dua kawasan berbahasa Inggris di Kamerun. Langkah awal mereka adalah memboikot semua sekolah yang ada di wilayah kekuasaan mereka. Kamerun diketahui memiliki dua bahasa nasional yakni Inggris dan Perancis.
Ketua Gereja Presbyterian Kamerun Samuel Forba mengungkapkan, bahwa para penculik tidak menginginkan uang tebusan. Para penculik hanya menuntut penutupan sekolah-sekolah dan permintaan tersebut disanggupi oleh pemerintah dan masyarakat.
"Kami hanya bisa berdoa agar para siswa dan guru dibebaskan," tutur Samuel, dilansir dari laman BBC, Selasa (6/11).
Kasus ini bukanlah pertama kalinya terjadi di wilayah kekuasaan kelompok separatis. Pada 19 Oktober lalu, 5 orang pelajar diculik oleh sekelompok orang bersenjata, nasib para pelajar tersebut tidak diketahui hingga kini.
Para pemberontak mengatakan bahwa sistem pendidikan di Kamerun memaksakan penggunaan bahasa Inggris, yang mereka anggap sebagai bahasa warisan penjajah.
Militias adalah kelompok yang lahir pada 2017 dan berkeinginan membentuk negara baru bernama Ambazonia. Lahirnya kelompok ini diawali oleh bentrokan yang terjadi antara pemerintah dan massa yang terdiri dari pengacara dan guru. Saat itu mereka melakukan aksi unjuk rasa untuk memprotes pemerintah yang dianggap mendiskriminasi wilayah Kamerun yang berbahasa Inggris.
Pemerintah dituding lebih mengutamakan warga dari wilayah berbahasa Perancis dalam mengisi jabatan di pos-pos pemerintahan. Penduduk berbahasa Inggris di Kamerun merupakan minoritas dengan jumlah populasi hanya mencapai 20 persen.[]
Sumber : Akurat.co
Editor : Rafly Puhi

Komentar
Posting Komentar